Jangan libatkan saya jika anda masih mencintainya.
Jangan dekati saya seolah-olah anda menyukai saya.
Perasaan saya tidak sebecanda itu.
Saya sudah mulai lelah menghadapinya.
Menangis dalam hati, walau anda bahkan tidak pernah memikirkan saya.
Menanggung akibat yang sebenarnya saya tidak pernah lakukan.
Menjadi alibi dari pertikaian anda.
Saya memang mencintai anda, namun saya hanya diam dan menunggu.
Bukankah anda sendiri juga tahu bahwa saya telah menunggu?
Sekian lamanya hingga dapat bercerita sedikit saja dengan anda memuat saya tersenyum.
Jika memang tidak pernah ada tempat untuk saya,
Lakukan saja seperti biasanya.
Anda dengan kehidupan anda, saya dengan kehidupan saya.
Karena yang saya ketahui sekarang, semakin banyak momen yang saya lewati dengan anda semakin saya tahu bahwa saya tidak pernah jadi prioritas anda.
Lupakan saja semua sentuhan yang telah kita lakukan.
Karena mengingatnya membuat saya kembali merindukan anda.
Friday, September 23, 2016
Monday, September 12, 2016
Kamu Yang Tidak Aku Miliki
“Jadi
yang semalam itu?” ujar seorang gadis bertubuh mungil, beberapa kali dia
membetulkan kacamata nya yang melorot sampai ke hidungnya. Dia agak tidak
nyaman dengan suasana yang ada.
Di
depannya duduk seorang laki-laki, bad boy
sedang menyeruput caramel macchiato. “Apa?”
“Apanya
yang apa? Yang kita lakukan kemarin itu, mau dianggap bukan apa-apa lagi?”
“Ntahlah.”
Gadis
itu mendengus mendengar ucapan dari si laki-laki. Pikirannya terus saja
berputar-putar mengenai kejadian malam itu, hanya hal sepele memang 'sebuah ciuman' namun membuat si gadis
berpikir bagaimana perasaan si laki-laki padanya.
“Ya
sudah kalau begitu.” Si gadis beranjak dari tempat duduknya, wajahnya
menyiratkan betapa frustrasinya dia.
Namun
si laki-laki menahan tangannya lalu menatap mata si gadis, dalam. “Ya sudah?”
“Lalu
aku harus bagaimana, Rud?” si gadis tampak lebih frustrasi dari sebelumnya. “kamu
suka padaku, tidak?” Tanya si gadis itu lagi. Rudi, laki-laki yang duduk dengan
tenang didepannya hanya menatap kosong. Tidak bergeming sama sekali.
Gadis
itu melepaskan tangan Rudi yang masih melingkari tangannya. “Sudahlah Rud, aku
lelah.”
“Rhe,
seperti ini saja tidak apa-apa kan?” Tanya Rudi. Rhea, si gadis tersebut hanya
menatap Rudi. Airmatanya sudah menumpuk pada matanya, dia menahan tangis. “Kamu
marah?”
“Mana
bisa aku marah sama kamu.” Ujar Rhea yang langsung meninggalkan Rudi sendirian.
Tuesday, September 6, 2016
Nikmati, saja. #2
Katanya nikmati saja mencintai dalam diam.
Tapi bukankah melelahkan menunggu dirinya yang bahkan tak tahu jika sedang ditunggu?
Nikmati saja senyumnya dia yang bahkan bukan untuk dirimu.
Nikmati saja tawanya dia yang untuk orang lain.
Jika menyerah, bukannya sama saja?
Toh baginya semua tentang rasamu ini juga tidak lebih, anggap saja bukan apa-apa.
Inginnya untuk berharap lebih?
Lupakan saja, sayang.
Anggap saja bonus untukmu dari mencintai dalam diam.
Tapi bukankah melelahkan menunggu dirinya yang bahkan tak tahu jika sedang ditunggu?
Nikmati saja senyumnya dia yang bahkan bukan untuk dirimu.
Nikmati saja tawanya dia yang untuk orang lain.
Jika menyerah, bukannya sama saja?
Toh baginya semua tentang rasamu ini juga tidak lebih, anggap saja bukan apa-apa.
Inginnya untuk berharap lebih?
Lupakan saja, sayang.
Anggap saja bonus untukmu dari mencintai dalam diam.
Subscribe to:
Posts (Atom)