Perkenalkan, aku pria yang selalu menyimpan kebahagiaan
dibalik saku jaketku. Jika, kau melihatku dengan memasukkan tanganku kedalam
saku jaketku maka aku sedang sangat bahagia.
Aku mencintai seorang gadis, gadis rembulanku. Sosok yang
sangat aku kagumi, sehingga aku bisa rela mati untuknya. Namun, ada sebuah
masalah.
Masalahnya adalah aku tidak bisa memilliki lagi gadis
rembulanku. Aku telah melepasnya jauh ke atas langit sehingga dia pergi dengan
banyak bintang tampan. Aku dibawah sini hanya dapat melihatnya.
Kini, sudah tidak ada lagi tarian anginnya yang dapat
menyejukkan semua yang didekatnya. Tidak ada lagi sapaan hangat yang diberikan
olehnya, bahkan aku tidak dapat menatap matanya karena aku semakin menjauh.
Wahai gadis rembulanku, aku tahu bahwa selama ini kita tidak
dapat melewati segala sesuatunya secara sempurna. Itulah alasanku untuk
melepasmu. aku menyadari bahwa alasan itu sangatlah klasik terlebih lagi untuk
kita, tapi apa daya seorang pria ini yang hanya dapat menggengam tanganmu erat
dan tak ingin sama sekali untuk melihatmu kecewa. Setiap titik airmatamu yang
jatuh seperti layaknya kulitku terkikis perlahan.
Gadis rembulanku, tahukah kau begitu sangat cantik? Ingatkah kau
saat pertama kali kita bertemu, bahkan aku tidak dapat memalingkan wajahku
hanya untuk tidak melihatmu. Menerimamu adalah sebuah anugerah yang aku
banggakan selama ini.
Gadis rembulanku, aku tahu selama ini sulit untuk mengajakmu untuk pergi ketempat yang kau suka. Bukan sulit ketika mengajak kau tapi aku yang selalu terlambat pada janji kita. Aku masih ingat ketika aku terlambat ketika kita berjanji untuk bertemu ditaman. Sampai sekarang kau belum tahu alasannya bukan? Aku sudah menyiapkan banyak surprise saat itu makanya aku datang sampai terlambat, tapi ketika aku melihatmu menangis dan begitu kecewa. Biarkan saja semua menjadi kesalahanku.
Aku menyanyangimu, ohhh tidak aku mencintaimu. Sungguh mencintaimu
sehingga sangat sulit bagiku untuk selalu bersamamu ketika aku tahu aku tak
dapat selalu membahagiakanmu.
Tahukah kau saat paling bahagia dalam hidupku?
Yaitu saat kau memberika sebuah jaket untukku, hmm mungkin hampir
setahun yang lalu bukan? Tapi jaket itu menjadi sebuah tempat harta karunku. Harta
kebahagiaanku, seluruh harta kenanganku bersamamu sehingga menjadi kebiasaanku
memasukkan tangan kedalam saku jaketku saat bersamamu. Dan ingatkah kau bahwa
kau sangat membenci aku melakukan itu ketika bersamamu? Aku ingat alasanmu
adalah kita tidak dapat bergandeng tangan jika aku melakukan itu sehingga aku
seperti tidak memberi perhatian terhadapmu. Tapi percayalah, aku selalu
memerhatikanmu. Dan jaket itu akan
selalu aku bawa kemanapun aku pergi.
Gadis rembulanku, jika kau menemukan bintang yang tampan dan
cukup untuk mendapingimu sampaikan salamku untuknya. Beruntunglah dia
mendapatkan seorang gadis yang sangat sempurna. Katakan juga padanya, bahwa
sebelumnya sudah ada pria lusuh ini yang mencintai dirimu melebihi dirinya
sendiri. Dan juga, jika kau telah disakiti olehnya segera laporkan padaku. Turunlah
ke bumi dan sampaikan seluruh keluh kesahmu. Aku berjanji menjadi pendengar
yang setia untukmu.
Gadis rembulanku, kau tahu aku melepaskanmu bukan karena aku
tidak lagi mencintaimu. Jangan lagi menitikkan airmata lagi karena aku takut
tidak dapat menjadi sapu tangan kecilmu lagi. Bisakah kau terus mengingatku
walau hanya beberapa detik saja? Paling tidak cobalah untuk mengingatku agar
aku dapat merasakan hangatnya dirimu. Aku berharap Tuhan dapat menjagamu dengan
baik saat aku tidak lagi disisimu sehingga aku mendapatkan ketenangan ketika
melihat senyum kedamaianmu dari jauh. Tetaplah jadi gadis rembulanku karena aku
selalu mencintaimu.
Salamku,
Pria dengan kebahagiaan
di sakunya
No comments:
Post a Comment