Gemuruh dalam dada ini begitu berisik, bukan?
Memberontak berusaha mengatakan aku jatuh cinta padamu lebih dalam lagi.
Jangan tanyakan aku.
Aku baik-baik saja.
Selalu terbaik melewati masa-masa seperti ini.
Semilir angin selalu kutitipkan salam untukmu agar menjagamu selalu hangat.
Teriknya matahari yang kubisikkan padanya agar tidak membuatmu kepanasan.
Rintiknya hujan yang kukecupkan pada tanah agar tidak membuatmu kedinginan.
Katanya aku sedang jatuh cinta.
Terlihat dari tatapanku.
Begitu menggebu ketika melihatmu.
Begitu pedulinya padamu hingga sakitnya dirimu rasanya seperti menyanyat diriku sendiri.
Katanya aku sedang jatuh cinta.
Terbutakan oleh prioritas dirimu.
Terbutakan oleh sajak-sajak yang aku buat sendiri tentangmu.
Katanya aku sedang jatuh cinta.
Terlalu dalam.
Namun dirimu hanyalah sebatas angin.
Yang tak bisa kusentuhkan namun dapat kurasakan.
Yang tak bisa kugapai namun aku memiliknya diam-diam.
Nikmati, saja.
Ambiguitas ini ketika aku sedang jatuh cinta.
Padamu.
No comments:
Post a Comment