Tuesday, April 4, 2017

Nikmati, saja. #5

Bagaimana ini?
Aku terlalu merindukanmu.
Sesaknya tak kunjung henti.
Mataku tak kunjung kering.
Biasa.
Bertemu tanpa sapa denganmu.
Biasa.
Kamu melewatiku layaknya angin yang menerpa.
Biasa.
Bahwa hanya aku yang selalu berusaha melirikmu.
Rinduku tanpa henti.
Berusaha selalu untuk merengkuhmu.
Tatap saja mataku.
Itu cukup.
Sekedar untuk mengobati ruang rindu yang ada.
Tanpa harus aku rindukan pelukan hangat dirimu.

No comments:

Post a Comment