Akhirnya si jalang menitikkan airmatanya juga.
Tanpa henti.
Dia telah jatuh cinta begitu dalam.
Tanpa menyadarinya.
Dia memang si jalang.
Yang cintanya tak akan bertahan lama.
Namun nyatanya dia terperosok.
Tak bisa bangkit lagi.
Tak ada lagi yang merengkuhnya.
Si jalang terseok sendiri.
Harusnya dia sadar bahwa sandarannya telah hilang.
Harusnya dia tahu kesalahannya lah yang mengakibatkan dirinya sakit.
Dia berusaha tegar.
Seperti biasa, senyumnya selalu tampak mewah.
Walaupun raga sudah kosong tak berpenghuni.
Si jalang yang berharap namun enggan mengatakan.
Si jalang yang tahu jika dirinya lah yang lemah namun enggan memohon.
Si jalang yang tahu dirinya terkikis perlahan tak kunjung sembuh.
Cinta telah menusuk si jalang tajam.
Tanpa belas kasihan.
Memanggil karma yang secepat kilat datang.
Si jalang enggan untuk marah.
Dia tahu bagaimana rasa mengkhianati.
Si jalang yang egois.
Enggan melepaskan, namun enggan untuk dimiliki.
Si jalang yang sudah menyerah.
Melepaskannya, namun tak mampu menghapus kenangan.
Saturday, July 1, 2017
Cerita si jalang. #2
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment