Tuesday, July 4, 2017

Teruntuk kamu...

Hai kamu,
Selamat malam menjelang pagi.

Mungkin terasa menggelikan bagimu membacanya setelah beberapa kali aku menyakitimu. Terlambat emang untuk meminta maaf seutuhnya pada dirimu tentang segala hal.
Tahukah kamu bahwa aku tidak pernah menyesal mencintaimu karena dengan kamu lah aku benar-benar tahu rasanya berjuang. Tidak mudah bukan perjuangan kita untuk bersama? Bahkan pelukan pertama yang kamu berikan untukku saja masih teringat lekat bagiku. Bagian favoritku selalu bunga mawar yang aku terima dari kamu. Kamu akan selalu menjadi kekasih terbaik yang pernah aku miliki. Terdengar berlebihan memang, namun begitulah kenyataannya. Tanpa kamu, aku tidak akan dapat berdiri mandiri seperti ini. Terimakasih dengan segala detail yang telah kamu berikan untukku.
Kadang kehendaknya memang selalu berbeda seperti yang diharapkan, bukan? Sungguh, cinta tak pernah bisa disalahkan jika menjadi suatu alasan untuk sebuah perpisahan.
Aku menatap matamu kala itu. Sayang, kamu telah jatuh cinta lagi. Dan saat itulah aku mengerti harusnya menyerah padamu. Menahanmu pun aku tak bisa. Menangis pun tak dapat aku hentikan. Aku sadar telah mengalami hal yang sama, jatuh hati pada yang lainnya. Hati selalu bisa berubah kapan dan dengan siapapun, bukan?
Aku penasaran, sungguh. Masihkah aku terlintas dipikiranmu akhir-akhir ini? Masihkah ada perasaan untukku? Tanpa basa-basi tentang jodoh dari Tuhan, mungkinkah kita berjuang bersama?
Kita pernah sedekat nadi, namun kini sejauh mata dengan telinga. Selalu, aku mengharapkan yang terbaik untukmu mesti kita tak bersama. Jangan terlalu membenciku ya atas segala masalah yang aku buat untukmu karena pada dasarnya aku jatuh cinta kepadamu. Menjadikanmu selalu tempat berpulang.
Sayang, sampaikan salamku pada kekasih barumu. Jatuh cinta memang menyejukkan tapi berusahalah untuk tidak tersakiti lagi.
I'm gone, he waited. I'm home, he's gone.

No comments:

Post a Comment