1.
Antara
mimpi dan realita itu hanya berbeda tipis
Seperti
aku
Aku
berada diantara bumi dan langit
Tidak
menginjak bumi, juga tidak menyentuh langit
Aku
hampa, melayang
Seakan
terjerumus jauh ke dalam
Hanya
sebagai bayangan
Ya
masa lalu, perih penuh torehan luka
Aku
akan kuat,
Tidak
menangis, tidak putus asa
Tidak
terlalu senang, bahkan sangat enggan untuk tertawa
Datar
Kadang
tersenyum, sinis
Menertawakan
dunia, menertawakan suatu sisi
Aku
disini,
Mengeritik
dengan pedas
Sebagai
seorang saksi, sebagai seorang korban
Aku
satu-satunya yang tidak dianggap
Ini
kisahku
Berawal
dari dia, keyakinanku, dan beberapa orang yang penting
2.
Dia
Dengan
sosok yang sempurna
Mengingatkanku
dengan mitologi yunani
Para
dewa olimpus, menyihir pikiran
Wajahnya
yang rupawan berbanding terbalik dengan sikapnya
Anggun
namun angkuh
Matanya
menjadi sesuatu yang sangat khas
Karisma,
sungguh dia
punya sebuah karisma yang kuat
Aku
memerhatikannya
Dia
adalah aktor yang baik dengan topeng angkuhnya itu
Yang
menciptakan kesan dingin dirinya
Satu
hal, dia
akan berubah menjadi iblis ketika berbicara
Tatapannya
yang tajam menyirat sebuah rahasia
Aku
dan dia
bagai air dan api
Dia
yang dengan sikap meledak-ledak, penuh emosi
Aku
dengan sikap yang tidak peduli dengan apapun, berusaha menghindar dari hidup
Logika
ku mulai menghilang
Antara
sadar dan tidak
Kupikir
ada rasa saat ini
Bukan
sesuatu yang dapat dijelaskan
3.
Aku
termenung, ditaman sekolah
Rumit,
Mencoba
mencari jalan untuk lari
Aku
terkaget
Suara
umpatan
Berisik,
mengganggu
Aku
menoleh
Dia,
dia disana
Dia
yang mengumpat
Menatapku
dengan tajam secara tiba-tiba
Otakku
seakan berhenti
Aku
membatu
Apakah
dia
menatapku?
Bodoh,
aku tidak bisa berpikir jernih
Dengan
suatu gerakan, dia
pergi begitu saja
Hanya
aku yang masih terpaku
4.
Kisahku
masih berlanjut
Aku
benci hidup
Kau
tau bagaimana rasanya benci ketika berada disini?
Seperti
sampah, tidak berguna
Aku
benci berada diantara mereka
Suara
pertengkaran hanya membuat telingaku sakit
Rasanya
sakit, sakit yang tidak bisa dijabarkan
Ingin
rasanya menghilang
Mengubur
diri dengan semua kejadian dirumah ini
Orangtua
macam apa yang tiada hari tanpa perselisihan?
Orangtua
macam apa yang membuat anaknya merasa seperti sampah?
5.
Bintang
begitu indah
Tetap
berkilau walau sendirian di tengah malam
Aku
harap bisa menyentuh langit
Lalu
menghilang dengan gelapnya awan malam
Frustasi
Menangis
tersendu-sendu
Lalu
berusaha tegar
Jiwaku
mulai tidak stabil
Hidup
ini keras
Aku
berusaha mengasihani diriku sendiri
6.
Aku
semakin menyukainya
Matanya
seperti menyihirku
Membawaku
ke sebuah zona aman
Dibawah
alam sadar
Tiba-tiba
aku menjadi sedih
Terisak
tanpa suara
Menangisi
betapa terpuruknya aku disini
Keseimbangan
hidupku mulai goyah
Gila,
aku perlahan menjadi gila
Aku
tersihir, masuk ke dalam lingkaran hitam
Aku
perlahan jatuh, sakit
Mencoba
merangkak
Rasanya
seperti tergores serpihan kaca
Cinta
itu buta, bukan?
Ya,
aku disini merasakannya
Membenci
dirinya dengan pikiranku, tapi mencintainya dengan jiwaku
No comments:
Post a Comment