Thursday, January 23, 2014

Antara Mimpi dan Realita #1

1.
Antara mimpi dan realita itu hanya berbeda tipis
Seperti aku
Aku berada diantara bumi dan langit
Tidak menginjak bumi, juga tidak menyentuh langit
Aku hampa, melayang
Seakan terjerumus jauh ke dalam
Hanya sebagai bayangan
Sekelebat ada cerita antara masa lalu disini
Ya masa lalu, perih penuh torehan luka
Aku akan kuat,
Tidak menangis, tidak putus asa
Tidak terlalu senang, bahkan sangat enggan untuk tertawa
Datar
Kadang tersenyum, sinis
Menertawakan dunia, menertawakan suatu sisi
Aku disini,
Mengeritik dengan pedas
Sebagai seorang saksi, sebagai seorang korban
Aku satu-satunya yang tidak dianggap
Ini kisahku
Berawal dari dia, keyakinanku, dan beberapa orang yang penting

2.
Dia
Dengan sosok yang sempurna
Mengingatkanku dengan mitologi yunani
Para dewa olimpus, menyihir pikiran
Wajahnya yang rupawan berbanding terbalik dengan sikapnya
Anggun namun angkuh
Matanya menjadi sesuatu yang sangat khas
Karisma, sungguh dia punya sebuah karisma yang kuat
Aku memerhatikannya
Dia adalah aktor yang baik dengan topeng angkuhnya itu
Yang menciptakan kesan dingin dirinya
Satu hal, dia akan berubah menjadi iblis ketika berbicara
Tatapannya yang tajam menyirat sebuah rahasia
Aku dan dia bagai air dan api
Dia yang dengan sikap meledak-ledak, penuh emosi
Aku dengan sikap yang tidak peduli dengan apapun, berusaha menghindar dari hidup
Logika ku mulai menghilang
Antara sadar dan tidak
Kupikir ada rasa saat ini
Bukan sesuatu yang dapat dijelaskan

3.
Aku termenung, ditaman sekolah
Rumit,
Mencoba mencari jalan untuk lari
Aku terkaget
Suara umpatan
Berisik, mengganggu
Aku menoleh
Dia, dia disana
Dia yang mengumpat
Menatapku dengan tajam secara tiba-tiba
Otakku seakan berhenti
Aku membatu
Apakah dia menatapku?
Bodoh, aku tidak bisa berpikir jernih
Dengan suatu gerakan, dia pergi begitu saja
Hanya aku yang masih terpaku

4.
Kisahku masih berlanjut
Aku benci hidup
Kau tau bagaimana rasanya benci ketika berada disini?
Seperti sampah, tidak berguna
Aku benci berada diantara mereka
Suara pertengkaran hanya membuat telingaku sakit
Rasanya sakit, sakit yang tidak bisa dijabarkan
Ingin rasanya menghilang
Mengubur diri dengan semua kejadian dirumah ini
Orangtua macam apa yang tiada hari tanpa perselisihan?
Orangtua macam apa yang membuat anaknya merasa seperti sampah?

5.
Bintang begitu indah
Tetap berkilau walau sendirian di tengah malam
Aku harap bisa menyentuh langit
Lalu menghilang dengan gelapnya awan malam
Frustasi
Menangis tersendu-sendu
Lalu berusaha tegar
Jiwaku mulai tidak stabil
Hidup ini keras
Aku berusaha mengasihani diriku sendiri

6.
Aku semakin menyukainya
Matanya seperti menyihirku
Membawaku ke sebuah zona aman
Dibawah alam sadar
Tiba-tiba aku menjadi sedih
Terisak tanpa suara
Menangisi betapa terpuruknya aku disini
Keseimbangan hidupku mulai goyah
Gila, aku perlahan menjadi gila
Aku tersihir, masuk ke dalam lingkaran hitam
Aku perlahan jatuh, sakit
Mencoba merangkak
Rasanya seperti tergores serpihan kaca
Cinta itu buta, bukan?
Ya, aku disini merasakannya

Membenci dirinya dengan pikiranku, tapi mencintainya dengan jiwaku

No comments:

Post a Comment