27.
Aku menjadi korban
Terikat pada sebuah ranjang
Berada di ruangan putih
Tercium bau menyengat dari obat-obat
Aku mengerjapkan mata
Aku berusaha mengingat apa yang terjadi sebelumnya
Aku berusaha memberontak
Lalu mereka yang berpakain putih datang dengan cepat
Menyuntikkan sesuatu sehingga aku semakin melemah
Mataku perlahan menutup
Samar-samar ada bayangan dia dan kedua orangtuaku
Samar-samar ada dua pribadi yang saling bertentangan
28.
Aku tidak bisa membedakannya apa ini sebuah realita atau mimpi
Tapi aku berada di suatu tempat
Jauh di sana
Dengan cahaya yang terang
Aku tersenyum manis
Ada sebuah rasa bahagia
Ada rasa ketenangan
Nyaman
Rasanya semua sudah selesai
Cukup sampai disini
Membuat sebuah sejarah
Tanpa meneteskan airmata
S
udah bertahan untuk kuat
29.
Aku di wawancara dengan segudang pertanyaan bodoh, cuih
Mereka pikir aku depresi karena kecelakaan itu
Bodoh, aku malah bahagia karena kejadian itu
Mereka mengatakan aku mempunyai banyak kepribadian
Omong kosong
Mereka mengatakan aku sedang sakit
Hey, kalian pikir segitu bodohnya aku?
Aku tahu kalian mengganggapku gila
Pandangan kalian mengatakan semuanya
Sudah kukatakan bukan?
Aku kacau, sangat kacau
Bukan gila
Aku waras, penuh dengan logika
Tapi hanya mengikuti emosi yang memuncak
30.
Aku disini
Duduk di balik sebuah jeruji
Dengan tangan terikat
Layaknya seorang sandera
Aku tersenyum sinis
Lelah untuk memberontak
Aku sisi yang jahat
Mengambil alih dari tubuh ini
Menciptakan adanya kekuatan untuk bisa menghadapi segalanya
Berusaha untuk kabur
Lenyap
Memutar otak
Aku tertawa lepas
Untuk segala kepenatan yang ada
Untuk membebaskan jiwa yang terkunci
Untuk menjadi seorang yang tak terkendalikan
Aku sebagai raja
Raja yang akan selalu memerintah
Mencoba membalas tentang semua yang ada
Menunjuk dengan segala kebengisan
Aku tiba-tiba tersentak kaget
Saat pintu itu terbuka
Aku perlahan menjadi ketakutan
Seorang wanita berbaju putih masuk dengan membawa nampan
“saatnya untuk minum obat.” Ucap wanita itu
Aku tersenyum sinis
Menggenggam sebuah pisau yang ku sembunyikan dibelakang punggungku.
No comments:
Post a Comment