Thursday, January 23, 2014

Antara Mimpi dan Realita #3

13.
Mimpi itu nyata
Saat aku bersama dia
Saat aku bersama keluarga yang harmonis
Tanpa bertengkar
Tanpa senyum sinis
Bahagia
Untuk pertama kalinya dan mungkin ....
Aku kembali terjatuh, lagi
Mencoba menggapai
Terisak
Aku adalah sisi yang lemah
Terlalu banyak rasa sakit
Dan sudah cukup lelah untuk tertawa

14.
Aku adalah sisi yang jahat
Yang bisa memandang dengan sinis
Yang bisa menertawakan dengan puas
Yang bisa menginjak harga diri orang lain
Yang selalu menang bertarung
Aku terlalu berambisi
Balas dendam
Untuk jiwa yang tersakiti
Untuk jiwa yang terlalu banyak mengeluarkan airmata
Aku layaknya dewa kematian
Mencabut dengan perlahan
Menimbulkan rintihan perih
Aku dengan bagian tubuh dan sisi yang baru
Akan membuat hidup ini pantas untukku

15.
Gila, mereka pikir aku benar-benar gila
Mereka memanggil dokter untuk memeriksaku
Iya, mereka
Siapa lagi? Orangtua ku
Mereka bersikap seolah-olah mereka orangtua yang sangat baik
Omong kosong
Ini bukan tentang mereka
Ini tentang aku
Tentang aku yang benci mendengar caci-maki mereka
Kalian tahu,
Tiap malam aku berdoa agar lenyap saja

16.
Melodi-melodi indah tiap malam seperti menjemputku
Aku tidak dapat menolak
Aku merasa terpanggil
Dan aku terbangun dengan kaget
Aku adalah sisi yang lemah
Selalu terpojok
Selalu bersembunyi
Selalu menangis
Selalu mengalah
Ini adalah diriku yang sebenarnya
Antara realita dan khayalanku sudah sama aja
Aku selalu kehilangan waktu
Tanganku merasakan perih
Bekas rantai
Siapa yang melakukannya?
Bodoh, aku hanya bisa menangis
Dan aku mulai memaki diri sendiri

17.
Jenuh
Suatu titik puncak
Seakan aku kembali melayang
Kembali seperti bayangan
Bodoh, aku kan memang selalu menjadi bayangan
Hanya sebagai pelengkap
Hanya sebagai pemeran figuran
Dan selalu seperti
Aku sudah berhenti menjadi yang terbaik
Ntah sejak kapan
Mungkin sejak aku merasa bahwa dunia tak lagi sama
Sejak aku merasa bahwa aku sangat lemah


18.
Aku  masih ingat  saat semuanya masih normal
Saat aku masih bisa tertawa
Saat aku sebagai gadis yang bahagia
Saat aku yang mempunyai sebuah kekuatan
Saat semua menggenggam tanganku
Saat semua masih disampingku
Aku senang
Aku merasa sebagai gadis yang beruntung
Tapi aku sedikit sombong
Aku terlena
Terlalu terlena
Dunia ini hanya godaan
Fana
Dan aku sudah terjerumus
Penyesalan itu selalu datang terakhir, bukan?

19.
Aku masih tidak percaya
Bimbang, sedikit
Aku jatuh cinta pada orang yang salah
Dia bahkan tidak pernah menegurku
Aku hanya bisa memandangnya dari jauh
Dia bagaikan lukisan
Indah untuk dilihat
Tapi sulit untuk mengungkapkan maknanya
Begitu indah
Tahukah rasanya ketika jantungmu berdetak lebih cepat ketika melihatnya?
Tahukah rasanya ada sebuah getaran ketika seseorang menyebut namanya?
Ini mungkin cinta, cinta pertama
Dan sungguh suatu apresiasi untukku
Karena aku bukan seorang perasa

20.
Kata mereka aku tidak waras
Hei, kalian pikir aku gila?
Aku hanya sedikit kacau
Hidup ini keras, bukan?
Bukan berarti jika aku kacau, aku menjadi gila
Kalian hanya melihatku dari sudut pandang kalian
Jiwaku ini hanya sedikit terbengkalai, mengerti?
Ah kalian, menatapku seperti itu lagi
Layaknya virus
Kotor
Aku berusaha kuat
Tidak lagi pernah meneteskan airmata
Terlalu banyak luka

Bahkan tidak akan pernah untuk sembuh

No comments:

Post a Comment