7.
Aku
seperti baru terbangun
Lupa
akan kendali
Emosiku
memuncak
Meledak-ledak
Satu
sosok baru mulai terbentuk
Marah,
Aku
terbangun pada tubuh yang salah
Tubuh
yang lemah
Pusing,
Sebagian
waktu menghilang
hanya
sisi ini yang mengerti
8.
Aku
berdiri
Tersenyum
sinis, dengan tangan gemetar
Dengan
sudut bibir yang berdarah
Aku
berani berkelahi
Melawan
mereka
Sosok-sosok
munafik
Logikaku
tinggal di ujung tanduk
Waras,
mungkin sedikit
Tatapan
mereka melemah
Seakan
ketakutan
Seakan
ada perubahan drastis
Aku
tertawa
Dengan
sangat keras
Memandang
sinis
Mengejek
mereka
Menginjak
harga diri mereka
Ketika
mereka yang mulai terpuruk
9.
Aku
lelah
Tapi
aku baru saja terbangun
Dimana
ini?
Ah
masih dikelas
Perih
Aku
menyentuh sudut bibirku
Berdarah
Aku
bingung
Nyata?
Apakah ini nyata?
Berkelahi?
Kapan?
Sejak
kapan aku berani berkelahi?
Aku
hanya seekor tikus kecil yang selalu berusaha bersembunyi
Aku
tersudut, takut
Tatapan
mereka menghantuiku
Membuatku
gelisah
Kini
fisikku sudah terlalu lelah
Dan
perlahan, mati
10.
Bertengkar,
lagi
Hanya
bisa bersembunyi
Aku
terperangkap
Dan
aku yang sebagai korban
Gelap
dan dalam
Terlalu
sulit untuk keluar
Berisik
Menahan
getaran amarah
Selalu
sendiri
Aku
terlalu lemah
Tidak
mampu untuk bertahan
Aku
mulai terkikis
Terkikis
oleh angin keputusasaan
Layaknya
sebongkah batu
Keras
dan perlahan menghilang
Kisahku
dramatis
Hmm
bukan, tapi ini akan lebih tragis
11.
Aku
yang terkucilkan, selalu
Oleh
semuanya
Seperti
aku sebuah ancaman
Aku
Lupa
akan waktu
Seakan
waktu membuatku mati suri
Aku
tidak pernah fokus
Pikiranku
hanya mencari cara untuk berlari
Bersembunyi
Dan
mati
Aku
layaknya mozaik
Terpecah
dan berwarna acak
Penuh
kerahasiaan, penuh omong kosong
12.
Cinta?
Oh
ini tentang dia
Perasaan
ini mulai terkuak kembali
Ditengah-tengah
logikaku yang mulai goyah
Kadang
menggebu-gebu
Kadang
hanya rasa risih
Ini,
cinta pertama
Buta
Dan
jatuh cinta pada sosok yang salah
Dia
masih bersikap sama
Anggun
namun angkuh
Dan
aku hanya selalu menjadi penggemarnya saja
Aku
tersihir terlalu dalam
Dan
enggan untuk keluar
Terlalu
nyaman
Disini
No comments:
Post a Comment