Thursday, January 23, 2014

Antara Mimpi dan Realita #2

7.
Aku seperti baru terbangun
Lupa akan kendali
Emosiku memuncak
Meledak-ledak
Satu sosok baru mulai terbentuk
Marah,
Layaknya terperangkap ribuan tahun
Aku terbangun pada tubuh yang salah
Tubuh yang lemah
Pusing,
Sebagian waktu menghilang
hanya sisi ini yang mengerti

8.
Aku berdiri
Tersenyum sinis, dengan tangan gemetar
Dengan sudut bibir yang berdarah
Aku berani berkelahi
Melawan mereka
Sosok-sosok munafik
Logikaku tinggal di ujung tanduk
Waras, mungkin sedikit
Tatapan mereka melemah
Seakan ketakutan
Seakan ada perubahan drastis
Aku tertawa
Dengan sangat keras
Memandang sinis
Mengejek mereka
Menginjak harga diri mereka
Ketika mereka yang mulai terpuruk

9.
Aku lelah
Tapi aku baru saja terbangun
Dimana ini?
Ah masih dikelas
Perih
Aku menyentuh sudut bibirku
Berdarah
Aku bingung
Nyata? Apakah ini nyata?
Berkelahi? Kapan?
Sejak kapan aku berani berkelahi?
Aku hanya seekor tikus kecil yang selalu berusaha bersembunyi
Aku tersudut, takut
Tatapan mereka menghantuiku
Membuatku gelisah
Kini fisikku sudah terlalu lelah
Dan perlahan, mati

10.
Bertengkar, lagi
Hanya bisa bersembunyi
Aku terperangkap
Dan aku yang sebagai korban
Gelap dan dalam
Terlalu sulit untuk keluar
Berisik
Menahan getaran amarah
Selalu sendiri
Aku terlalu lemah
Tidak mampu untuk bertahan
Aku mulai terkikis
Terkikis oleh angin keputusasaan
Layaknya sebongkah batu
Keras dan perlahan menghilang
Kisahku dramatis
Hmm bukan, tapi ini akan lebih tragis

11.
Aku yang terkucilkan, selalu
Oleh semuanya
Seperti aku sebuah ancaman
Aku
Lupa akan waktu
Seakan waktu membuatku mati suri
Aku tidak pernah fokus
Pikiranku hanya mencari cara untuk berlari
Bersembunyi
Dan mati
Aku layaknya mozaik
Terpecah dan berwarna acak
Penuh kerahasiaan, penuh omong kosong

12.
Cinta?
Oh ini tentang dia
Perasaan ini mulai terkuak kembali
Ditengah-tengah logikaku yang mulai goyah
Kadang menggebu-gebu
Kadang hanya rasa risih
Ini, cinta pertama
Buta
Dan jatuh cinta pada sosok yang salah
Dia masih bersikap sama
Anggun namun angkuh
Dan aku hanya selalu menjadi penggemarnya saja
Aku tersihir terlalu dalam
Dan enggan untuk keluar
Terlalu nyaman

Disini

No comments:

Post a Comment